TENTOPTODAY.COM – Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat penggunaan software bajakan yang tergolong tinggi. Fenomena ini tak hanya terbatas pada aplikasi komputer dan ponsel pintar, tetapi juga merambah pada video game. Meski berbagai upaya telah dilakukan oleh lembaga terkait untuk mengatasi masalah ini, kompleksitas permasalahan yang melibatkan banyak faktor membuat solusinya sulit dicapai. Akhirnya, pilihan antara memainkan game versi original atau bajakan bergantung sepenuhnya pada keputusan masing-masing gamer. Namun, perlu diingat bahwa game bajakan hampir selalu gagal memberikan pengalaman bermain yang optimal, terutama dalam hal multiplayer online dan konten unduhan penting lainnya.
Alasan utama yang sering dijadikan pembenaran untuk memilih game bajakan biasanya adalah harga yang terbilang mahal. Padahal, ada banyak game yang sebetulnya layak untuk dimainkan dalam versi originalnya, terutama yang menawarkan fitur multiplayer menarik. Salah satu contoh adalah Battlefield 3, karya dari Electronic Arts DICE. Game bertema perang ini tidak hanya menyajikan kualitas grafis memukau di mode multiplayer-nya, tetapi juga menghadirkan atmosfer peperangan besar-besaran yang terasa begitu nyata. Anda bisa melihat ulasan lengkap kami untuk memahami lebih dalam apa yang membuat game ini begitu istimewa.
Bermain di mode multiplayer, khususnya online, menuntut pemain untuk menyesuaikan diri dengan dinamika yang jauh berbeda dari single player mode. Bertemu dengan gamer lain dari berbagai belahan dunia, bekerja sama demi kemenangan, hingga unjuk keahlian individu masing-masing memberikan sensasi yang memacu adrenalin. Battlefield 3, dengan berbagai macam kendaraan, senjata, skill, peran (job), dan misi yang tersedia, menghadirkan pengalaman bermain yang selalu berbeda setiap kali Anda memasuki server. Apakah itu membuat ketagihan? Tentu saja.
Namun demikian, Anda tidak bisa berharap bahwa pengalaman bermain Battlefield 3 Multiplayer akan selalu menyenangkan. Ada momen-momen di mana suasana hati Anda yang semula bersemangat untuk bertempur bisa ambruk dalam sekejap karena kejadian-kejadian menjengkelkan yang tampaknya sulit dihindari.
1. Respawn di Lokasi yang Salah
Tidak seperti game FPS lainnya, Battlefield 3 memberi Anda kebebasan untuk memilih lokasi respawn sesuai keinginan: bisa di checkpoint yang tersedia atau langsung bergabung dengan teman di medan pertempuran. Pilihan pertama cenderung aman dan nyaman, tetapi pilihan kedua? Bersiaplah untuk frustrasi. Meski Anda bisa mengintip situasi sekitar teman sebelum melakukan respawn, kenyataan sering kali melampaui dugaan. Teman Anda mungkin terlihat aman dan strategis, tetapi begitu Anda muncul di dekatnya, tiba-tiba tembakan bertubi-tubi atau moncong tank musuh sudah menargetkan Anda. Bertahan hanya 10 detik untuk kemudian mati lagi? Benar-benar pengalaman yang bikin kecewa.
2. Sopir dan Pilot Seperti Orang Mabuk
Dalam game multiplayer seperti Battlefield 3, kerja sama tim adalah kunci kemenangan. Banyak kendaraan yang membutuhkan lebih dari satu pemain agar efektif, seperti tank yang membutuhkan driver dan gunner, atau helikopter yang mengombinasikan pilot dengan penembak mesin di sisi. Namun, apa jadinya jika Anda harus bekerja sama dengan sopir tank atau pilot helikopter yang mengemudi seperti “orang mabuk”? Ketika Anda mempercayakan hidup Anda kepada navigasi mereka, mereka justru menjadi alasan Anda kehilangan nyawa. Ada saja sopir tank yang ugal-ugalan atau pilot helikopter yang bahkan tidak bisa menjaga helikopter tetap stabil. Situasi seperti ini mungkin membuat Anda ingin melepaskan headset dan mulai memaki.
3. Tunggu Aku!
Hal yang membuat perang di multiplayer Battlefield 3 terasa epik adalah variasi kendaraannya—dari kendaraan darat berat hingga kendaraan amfibi, laut, dan udara. Itu sebabnya map dalam game ini dirancang sangat luas untuk mengakomodasi pertempuran intens di segala lini. Namun, ada satu momen yang membuat permainan ini terasa “kejam”: ditinggalkan rekan satu tim. Kendaraan perang biasanya tersedia di base awal, tetapi jika Anda tidak cukup cepat mengambil kesempatan, kendaraan tersebut akan disambar habis oleh pemain lain. Ironisnya, mereka tidak ragu melaju dalam kecepatan penuh meninggalkan Anda tanpa pertimbangan sedikitpun. Apa yang tersisa bagi Anda? Hanya pemandangan kendaraan bergerak menjauh sambil menahan derita karena harus berjalan atau berlari melintasi map yang luas. Mau meminta mereka balik menjemput? Jangan bermimpi. Sisa pilihan Anda hanyalah meratap dalam diam.
4. Masalah di Origin
Memiliki PC dengan spesifikasi tinggi mungkin memastikan pengalaman bermain Battlefield 3 terasa maksimal di sisi teknis, namun bukan berarti semuanya berjalan mulus. Sistem Origin milik EA masih menjadi momok besar bagi banyak pemain. Koneksi internet cepat pun terkadang tidak membantu karena server Origin sering kali bermasalah. Mulai dari putus koneksi secara mendadak, freeze saat bermain, hingga memory leak yang menyebalkan, semua itu dapat membuat pengalaman bermain berubah jadi mimpi buruk. Bahkan sistem auto team-balance belum terintegrasi dengan sempurna, meninggalkan Anda dalam situasi permainan yang cenderung tidak adil.
5. Anggota Tim Tipe “Rambo”
Kerja sama adalah kunci untuk memenangkan mode multiplayer seperti Rush dan Conquest di Battlefield 3. Dengan saling mendukung dan menjalankan peran masing-masing dalam tim, penyelesaian misi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Sistem poin dalam game ini pun dirancang untuk mendorong pemain membantu satu sama lain, bukan sekadar berburu kill. Sayangnya, tipe pemain “Rambo” tidak peduli dengan itu semua. Mereka lebih senang maju sendiri tanpa strategi, fokus pada kesenangan pribadi, dan mengabaikan misi tim. Ketika titik strategis Anda diambil musuh dalam Conquest atau objek penting dihancurkan dalam Rush, mereka tetap asyik sendiri tanpa perasaan bersalah. Tipe pemain seperti ini hampir bisa dipastikan akan membawa kekalahan bagi tim—dan menghancurkan semangat bermain Anda.
Itulah lima hal paling menyebalkan yang mungkin Anda alami saat memainkan Battlefield 3 dalam mode multiplayer. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Jika ada hal lain yang lebih menyebalkan dari daftar ini, jangan ragu untuk berbagi cerita!
Baca Juga : 10 Game Horor Paling Menyeramkan Sepanjang Masa Sampai Saat Ini